Kejati Sulut Tahan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pemecah Ombak Likupang

Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) menahan JT alias Junjungan, tersangka  dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek pemecah ombak / penimbunan pantai di Desa Likupang, Kamis (31/5/2018)

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulut Yoni E. Mallaka, SH menjelaskan, JT Alias Junjungan adalah mantan Direktur Tanggap Darurat BNPB 2016.  Jt ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara no. PRINT-114/R.1/Fd.1/02/2018 tanggal 13 Februari 2018

“Berdasarkan hasil penyidikan, Penuntut Umum berpendapat telah terpenuhi syarat-syarat formil dan materil yang diatur dalam KUHAP, selanjutnya tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari yaitu terhitung sejak 31 Mei 2018 sampai dengan tanggal 19 Juni 2018 di Lapas Kelas IIa Malendeng Mando,” ujar Yoni.




Dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 8,8 miliar tersebut, tersangka diduga telah menyalahgunakan wewenang dalam proyek pemecah ombak dan penimbunan pantai di Desa Likupang Kabupaten Minahasa Utara tahun anggaran 2016.

Terhadap tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh UU No. 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

 

Penulis/editor : Yoni E. Mallaka