WAKAJATI SULUT TUTUP KEGIATAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN KEJAKSAAN RI TAHUN 2018

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulawesi Utara (Sulut) Andi M. Iqbal Arief, SH.MH, Kamis (31/1/2019) pukul 16.00 Wita  menutup secara resmi Kegiatan Penyusunan Laporan Keuangan Kejaksaan RI Tahun 2018 Sentra Sulut yang di laksanakan di Hotel Sintesa Peninsula Manado.

Kegiatan ini di ikuti oleh empat Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sentra Sulut, yakni Kejati Sulut, Kejati Gorontalo, Kejati Maluku Utara dan Kejati Papua dengan jumlah peserta sebanyak 99 orang.

Semua peserta adalah Operator Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) dan Sistem Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) yakni dari Kejati Sulut 27 peserta, Kejati Gorontalo 14 peserta, Kejati Maluku Utara 18 peserta dan Kejati Papua 23 peserta”.

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah terlaksananya laporan keuangan yang transparan dan akuntabel sesuai dengan Standar Akuntasi Pemerintah.

Narasumber yang di hadirkan berasal dari Kejaksaan Agung RI (Kejagung RI) yakni Kasubbag AKLAP III Biro Keuangan Kejagung RI Mulyadi, SH bersama Tim dan Pemeriksa Belanja Negara dan PNBP pada Irmud II Inspektorat Keuangan pada Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung RI Yanti Areda, SE.

Dalam sambutannya, Wakajati mengatakan bahwa Laporan Keuangan Kejaksaan RI Tahun 2018 merupakan Laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang di kelola oleh entitas pelaporan Kejaksaan termasuk di dalammya jenjang struktural di Kejaksaan seperti eselon I, Kejati, Kejari dan Cabang Kejari yang bertanggung jawab atas anggaran yang di berikan.

Tahun 2018 kata Wakajati, merupakan tahun keempat penyusunan laporan keuangan berbasis akrual oleh pemerintah dan tahun ketiga untuk laporan berbasis Web dengan sistem E-Rekon. Laporan Keuangan yang di susun oleh Kejaksaan RI terdiri dari lima laporan yaitu Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan keuangan BPK RI pada tahun 2018 atas laporan Keuangan Keuangan Kejaksaan RI tahun 2017, BPK RI telah memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Namun demikian sambung Wakajati, Kejaksaan RI akan tetap terus berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan penyajian kewajaran informasi keuangan dalam laporan keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntasi Pemerintah, efektifitas sistem pengendalian intern, ketaatan pada peraturan perundang-undangan, serta pengungkapan yang cukup.

“Peningkatan opini juga memberikan tanggung jawab kepada kami agar terus berusaha memperbaiki pengelolaan keuangan dari tahun ke tahun dan harapan Pimpinan agar pembuatan laporan setertib mungkin mengacu pada aturan yang ada” tegas Wakajati

“Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Tim dari Biro Keuangan dan Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung RI yang telah membantu dalam Penyusunan Laporan Keuangan Tahunan Kejaksaan RI Tahun 2018. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yaitu Operator SAIBA dan SIMAK-BMN dari Kejati Sulut, Kejati Gorontalo, Kejati Maluku Utara dan Kejati Papua yang  telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini” pungkas Wakajati.

Click to view slideshow.