TIM JAKSA MASUK SEKOLAH KEJATI SULUT PENYULUHAN HUKUM DI SMP NEGERI 1 MANADO

Tim Penyuluhan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) terdiri dari Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Yoni E. Mallaka, SH., Kepala Seksi E pada Asintel Kejati Sulut Khathryna I. Pelealu, SH.MH, Reny Hamel, SH, Heskiel Sumombo, SH, dan Augustinus Nong, Rabu (22/05/2019) melaksanakan Penyuluhan Hukum (Luhkum) Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMP Negeri 1 Manado.

Kegiatan ini diawali Doa oleh seorang siswa Hana Runtu dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di pimpin juga oleh seorang siswa Tesalonika Tompodung. Kemudian di lanjutkan  dengan sambutan Wakil Kepala SMP Negeri 1 Manado Salmon Rosang, M.Pd. Dalam sambutannya Rosang menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Tim Penyuluhan Hukum Kejati Sulut yang telah melaksanakan penyuluhan hukum di SMP Negeri 1 Manado.

“Pihak Sekolah SMP Negeri 1 Manado sangat mendukung kegiatan ini. Kami berbangga mendapatkan kesempatan di kunjungi oleh Tim JMS Kejati Sulut dan melaksanakan kegiatan Penyuluhan Hukum di Sekolah kami. Kami sampaikan terimakasih sudah memprogramkan kegiatan Penyuluhan Hukum di SMP Negeri 1 Manado. Haparan kami kegiatan seperti ini dapat di agendakan kembali minimal 1 tahun sekali di SMP Negeri 1 Manado”  tuturnya.

Sementara itu Kasi Penkum Yoni E. Mallaka, SH dalam pemaparannya menjelaskan bahwa JMS merupakan salah satu program unggulan Kejaksaan RI dalam rangka menciptakan anak-anak bangsa yang taat hukum sehingga kelak menjadi generasi penerus bangsa dan memiliki masa depan yang baik dan SMP Negeri 1 Manado adalah sekolah kedua yang di kunjungi oleh Tim Penkum Kejati Sulut di Tahun 2019.

Tujuan kami datang kesini sambung Mallaka, adalah untuk mengenalkan hukum sejak dini kepada para siswa-siswi sehingga kelak mereka tidak akan terlibat dalam hal-hal yang melanggar hukum dan hal ini akan menjauhkan dari hukuman.

Sedangkan Kasi E Khathryna I. Pelealu, SH.MH dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Hukum itu dalam arti yang sederhana adalah aturan yang jika dilanggar ada sanksinya. Menurut Pelealu, banyak hal-hal yang melanggar hukum yang dilakukan oleh anak-anak remaja yang masih usia sekolah.

“Yang paling banyak terjadi dewasa ini adalah penyalahgunaan Narkoba, menghirup lem ehabon, tawuran, penganiayaan, membawa senjata tajam seperti pisau badik dan panah wayer, percabulan, mengendarai sepeda motor tanpa SIM dan tidak mengenakan helm. Ada juga yang menjadi korban Trafiking (perdagangan orang) serta memposting konten-konten berupa kata-kata, video ataupun gambar yang tidak layak di media sosial” terang Pelealu.

Saya minta supaya adik-adik yang hadir disini tidak ada yang akan terlibat dalam hal-hal tersebut. Itu hanya akan merusak masa depan adik-adik. Oleh karena itu kepada adik-adik saya minta belajarlah dengan baik, belajarlah sekuat tenaga, buatlah orang tua dan guru  bangga dengan prestasi adik-adik.“ tegas Pelealu.

Kegiatan berlangsung dengan baik, dan lancar serta dihadiri oleh sekitar 115 orang siswa-siswi. Sebelum menuju kelas masing-masing semua siswa-siswi di beri kesempatan secara bergantian untuk melihat contoh-contoh narkotika dan obat-obat terlarang melalui alat peraga yang di bawa oleh Tim Penyuluhan Hukum.

Click to view slideshow.