HADAPI COVID-19 IAD WILAYAH SULUT BANTU APD UNTUK PARAMEDIS DI RUMAH SINGGAH MANADO

Setelah meresmikan dan melaksanakan kegiatan Dapur Sahabat Adhyaksa Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Sulut untuk menyediakan makanan membantu masyarakat yang terdampak Covid-19, maka pada hari ini Selasa (5/5/2020) sekitar pukul 12.00 WITA, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulut ibu Nurhayati Andi Muh Iqbal Arief menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD) ke Rumah Singgah Covid-19 di Manado, bertempat di di Taman Kanak-Kanak (TK) Adhyaksa VIII Manado.

APD diserahkan langsung oleh Ketua IAD Wilayah Sulut ibu Nurhayati Andi Muh Iqbal Arief kepada dr. Greity Ingrit Giroth, M. Kes Direktur RSUD Provinsi Sulut yang juga sebagai penanggung jawab Rumah Singgah (Isolasi) Covid-19 Unit Diklat dan Unit Pusat Krisis Kesehatan Manado, disaksikan oleh Kajati Sulut Andi Muh Iqbal Arief, SH.MH, Wakajati Sulut A. Dita Prawitaningsih, SH.MH, para Asisten, Kabag TU, Para Koordinator, Penggurus dan Anggota IAD Wilayah Sulut.

Penyerahan APD tersebut untuk menghadapi penyebaran Covid-19 bagi Tenaga Medis di Rumah Singgah yang selama ini menjadi ujung tombak untuk perangi Kasus Covid-19 di Kota Manado.

Kegiatan bantuan APD ini, terpampang spanduk yang bertuliskan “IAD Wilayah dan IAD Daerah Sulut Berbagi APD” “Bersama Kita Bisa Melawan Covid-19”

Dalam sambutannya Ketua IAD Wilayah Sulut ibu Nurhayati Andi Muh Iqbal Arief mengatakan adapun bantuan APD ini adalah salah satu kegiatan IAD Wilayah Sulut dan IAD Daerah di Bidang Sosial. APD yang diserahkan ini merupakan sumbangan dari beberapa ibu Ketua IAD Daerah, yang selanjutnya kita sampaikan ke Rumah Singgah di Manado. Saat ini kami serahkan langsung kepada Penanggungjawab Rumah Singgah untuk penggunaannya, mudah-mudahan bermanfaat untuk paramedis yang bertugas saat ini menghadapi Covid-19 di Manado.

Selanjutnya dr. Greity Ingrit Giroth, M. Kes Direktur RSUD Provinsi Sulut mengatakan bahwa menghadapi pandemi Covid saat ini kegiatan seperti ini sangat bermanfaat baik bagi garda terdepan bagi para pejuang maupun bagi mereka yang terdampak Covid-19.

Ditambahkan penggunaan APD ini untuk para medis yang ada di rumah singgah dalam rangka mereka melaksanakan tugas untuk safety baik bagi mereka sendiri maupun untuk mereka yang dilayani.

Sekarang dirumah singgah ada sekitar 50 orang yang masih diisolasi dan secara komulatif telah mengisolasi ODP sebanyak 102 orang sebagian sudah kembali ke keluarga mereka masing-masing, sudah menjalani masa isolasi sebanyak 14 hari dan sudah melakukan rapid tes sebanyak 2 kali. Mereka yang diisolasi selama ini adalah pelaku perjalanan dari luar negeri dan dari luar daerah.

Click to view slideshow.