KASI PENKUM BERSAMA TIM PENYULUHAN DAN PENERANGAN HUKUM DI SMA NEGERI 1 KAWANGKOAN

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara melaksanakan kegiatan Penyuluhan dan Penerangan Hukum Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMA Negeri 1 Kawangkoan, Kamis (12/11/2020).

Kasi Penerangan Hukum Theodorus J.B. Rumampuk, SH. MH dan Kasi Teknologi Informasi dan Produksi Sarana Intelijen Advani Fahmi Ismail mewakili Asisten Intelijen Kejati Sulut Stanley Yos Bukara, SH.MH bertindak sebagai Narasumber dalam kegiatan ini.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kawangkoan Arthur Rosang, SPd menyampaikan terima kasih atas kedatangan tim Penerangan Hukum Kejati Sulut dan berharap dengan dilaksanakannya Penyuluhan dan Penerangan Hukum Jaksa Masuk Sekolah (JMS) kepada para siswa dan siswi SMA dan SMK yang ada di Kawangkoan ini, akan mengetahui tentang hukum sehingga tidak akan melakukan pelanggaran hukum.

Kepala SMA Negeri 1 Kawangkoan mengharapkan agar kegiatan seperti ini dapat dilakukan kembali di Sekolah yang dipimpinnya agar para siswa-siswi lebih banyak mengetahui tentang aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Cabang Dinas Pendidikan Nasional Propinsi Sulut di Tomohon dan Minahasa Drs. Jois Rumengan.

Peran Kejaksaan RI dalam Penegakan Hukum di Indonesia menjadi topik yang dibahas dalam materi Penyuluhan dan Penerangan Hukum Jaksa Masuk Sekolah, termasuk didalamnya materi pengenalan tentang hukum, tupoksi Kejaksaan RI, faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum, materi tentang Narkotika dan Psikotropika, Undang-undang Drt. Nomor 12 Tahun 1951, Undang-undang No. 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Orang, Undang-undang tentang Perlindungan Anak, Undang-undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Peraturan tentang protokol kesehatan pencegahan Covid-19, dan materi tentang KUHP.

Para peserta yang mengikuti kegiatan Jaksa Masuk Sekolah ini adalah siswa-siswi yang merupakan perwakilan dari SMA Negeri 1 Kawangkoan, SMA Negeri 1 Tompaso, SMA Negeri 2 Tondano dan SMK Kristen Kawangkoan.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini para siswa-siswi dapat mengenal apa itu hukum, sehingga apabila para siswa sudah kenal apa itu hukum, niscaya akan terhindar dari hukuman “Kenali hukum, jauhi hukuman”.

Pelaksanaan JMS ini menerapkan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 dengan melakukan tes suhu tubuh, cuci tangan sebelum masuk tempat kegiatan, jaga jarak dan menggunakan masker.